Wednesday, February 20, 2013

Guyuran Hujan Saat Monev

Bapak Iwan Kurniawan (Kasubdit P2SDA Ditjen Bina bangda Kemendagri) sedang mengadakan diaolog dengan staf Dinas Kehutanan dan perkebunan kabupaten Bondowoso

Kunjungan dari Ditjen Bina Bangda Kemendagri dan Bappenas di Kabupaten Bondowoso dalam rangka monitoring dan evaluasi pelaksanaan program Penanganan lahan kritis dan sumberdaya air berbasis masyarakat dilaksanakan tanggal 19 Maret 2013. Lokasi yang dituju adalah lokasi program di desa Pecalongan kecamatan Sukosari.


Kabupaten Bondowoso dalam pelaksanaan program PLKSDA-BM ini sudah memasuki tahun kedua, dan Pecalongan merupakan salah satu lokasi program di tahun pertama. Sehingga beberapa kegiatan sudah banyak dilaksanakan di Kelompok Tani Subur makmur desa Pecalongan ini. Mulai fasilitasi revitalisasi kelompok tani hingga penanaman tanaman buah sebagai tanaman utama. Kelompok Tani yang diketuai Abdul Basit ini, mengelola dan mengerjakan tanah kas desa seluas 7,5 hektar pada program penanganan lahan kritis dan sumberdaya ini. Dengan didampingi seorang Tenaga Pendamping Masyarakat (Nia Raflesia), mereka melaksanakan kegiatan setahap demi setahap sesuai dengan petunjuk teknis kegiatan.Tanaman buah yang ditanam di lokasi ini adalah durian dan alpokat, dan tanaman ekonomi produktif (tanaman sela) adalah jagung dan kacang tanah.
Untuk itulah monitoring dan evaluasi kegiatan tahun 2012 sangat perlu dilakukan oleh Ditjen Bina Bangda dan Bappenas sebagai penanggung jawab pelaksanaan program PLKSDA-BM secara nasional. Tim Bina Bangda yang dikomandani Kasubdit P2SDA (Bapak Iwan Kurniawan) mengadakan peninjauan langsung ke lahan yang menjadi lokasi program. Pengecekan tanaman, pertumbuhan tanaman, sejauh mana petani mengenal program komprehensif dan transparan ini, peran petani dan sebagainya dilakukan dengan mengadakan wawancara langsung dengan Ketua Kelompok Tani Subur makmur. 

Meskipun hujan deras mengguyur lokasi program, kegiatan monitoring dan evaluasi tetap dilaksanakan. Tampak beberapa anggota tim basah kuyup karena hujan terus mengguyur sejak dilokasi hingga rumah terdekat dengan lokasi. Guyuran hujan dan baju celana basah tidaklah menyurutkan semangat semua yang ikut dalam monitoring ini.

2 comments:

  1. Hujan adalah anugrah yang diturunkan Khalik dari langit sebagai perantara berkembangnya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk manusia.....

    biar kehujanan...tapi semangat untuk mandi pasti akan ada....hehe


    NB:
    Ralat nama Kasubdit P2SDA Ditjen Bina Bangda adalah Bapak Iwan Kurniawan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul.. betul... ttp semangat...

      thanks koreksinya.

      Delete